jika masing masing penghambat besarnya sama
Kemampuanresistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan listrik.Besarnya diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau sama dengan sebanyak
SOPyang sudah dibuat diimplementasikan di masing-masing department kemudian diminta feed back untuk melihat efektivitas dari SOP yang dibuat. 5. Review SOP. Hasil dari implementasi SOP kemudian di review ulang untuk mendapatkan SOP yang pas untuk perusahaan. Ingat masing-masing perusahaan pasti akan berbeda SOP nya meski dalam industri yang sama.
Untuksampai ke Bandung, Didi memerlukan waktu 3 jam 45 menit. Waktu tersebut jika dikonversi ke dalam SI adalah . A. 765 s C. 13.500 s B. 10.800 s zat 2, dan zat 3 masing-masing memiliki sifat . Kunci : C Pembahasan : Soal 3 • Indikator SKL : Menentukan konversi suhu pada thermometer maka timbul gaya reaksi yang besarnya sama
Besarnyakredit dan suku bunga juga akan disesuaikan kebijakan bank masing-masing. Persyaratan KPR Rumah . Merupakan suku bunga KPR bank yang besarnya dipatok setiap bulan. Misalnya, Jika besar cicilan per bulannya Rp. 10 juta dengan bunga Rp. 2 Juta, maka suku bunga setiap bulan yang harus dibayarkan tetap sejumlah Rp. 2 juta.
Jikaarus gerbang ditingkatkan ke IG1 , seperti yang ditunjukkan pada gambar yang sama dengan menerapkan tegangan bias ke terminal gerbang, nilai VF diperlukan untuk konduksi (VF1) jauh lebih sedikit. dan VGFM ditunjukkan. Masing-masing sudah termasuk pada karakteristik dengan cara yang sama digunakan untuk transistor. Kecuali untuk bagian
Dating Age Difference Rule Of Thumb. Contoh soal fisika kelas 10 soal fisika kelas 10 semester 2 soal fisika kelas 10 semester 2 dan pembahasannya latihan soal fisika kelas 10 contoh soal fisika kelas 9 soal fisika kelas 8 semester 2 Latihan soal Fisika kumpulan soal fisika kelas 10 latihan soal fisika kelas 10 semester 2 kumpulan soal fisika smp dan pembahasannya kumpulan soal fisika kelas 11 soal fisika kelas 7 semester 1 latihan soal fisika kelas 12 semester 1 download soal fisika kelas Soal Resistor Paralel dan Pembahasannya - Resistor adalah salah satu komponen penting dalam elektronika. Resistor memiliki banyak manfaat, selain sebagai penghambat arus listrik, resistor juga berfungsi sebagai pembagi tegangan. Maka dari itu di sini akan berbagi pengetahuan mengenai rangkaian resistor paralel. Di sini kalian akan mempelajari contoh soal resistor paralel dan pembahasannya. Pada gambar di bawah ini terdapat rumus hukum ohm dan rumus resistor paralel yang perlu Anda ketahui. Contoh Soal Resistor Paralel dan Pembahasannya Contoh Soal 1 – Dua Buah Resistor Tersusun Paralel Dua buah resistor terhubung secara paralel, jika besar masing-masing resistor adalah 2 kohm dan 4 kohm tentukan besar resistor pengganti? Pembahasan Diketahui R1 = 2 KOhm R2 = 4 KOhm Ditanya Besar Resistor Pengganti? Karena resistor tersusun secara paralel. Maka, gunakan Rumus Resistor Paralel. Perhatikan rangkaian hanya terdiri dari 2 buah resistor, sehingga diperoleh Jadi, besar resistor pengganti rangkaian di atas adalah 1,33 KOhm. Contoh Soal 2 – Tiga Buah Resistor Tersusun Paralel Suatu rangkaian tersusun atas 3 buah resistor yang di hubungkan secara paralel terdapat sebuah baterai dengan tegangan 12 Volt. Jika besar tiap resistor adalah 12 kohm, 6 kohm dan 4 kohm. Tentukan Besar Resistor Pengganti dari 3 buah resistor paralel dan Besar arus pada tiap resistor? Pembahasan Diketahui R1 = 12 KOhm R2 = 6 KOhm R3 = 4 KOhm Vs = 12 Volt Vs adalah Tegangan Sumber Ditanya Besar Resistor Pengganti dari 3 buah resistor paralel dan Besar arus pada tiap resistor? Menentukan Besar Resistor Pengganti Gunakan Rumus Resistor Paralel untuk 3 buah Resistor Menentukan Besar arus pada masing-masing resistor Berdasarkan Hukum Kirchhoff, pada rangkaian paralel besar tegangan tiap resistor adalah sama dengan besar tegangan sumber. V1 = V2 = V3 = Vs = 12 Volt, maka Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i1 adalah V = i . R i1 = V1 / R1 i1 = Vs / R1 = 12 Volt / 12 Kohm = 1 mA Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i2 adalah i2 = V2 / R2 i2 = Vs / R2 = 12 Volt / 6 Kohm = 2 mA Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i3 adalah i3 = V3 / R3 i3 = Vs / R3 = 12 Volt / 4 Kohm = 3 mA Terlihat bahwa, semakin kecil resistor maka arus listrik yang mengalis semakin besar. Sedangkan semakin besar resistor maka arus listrik yang mengalir semakin kecil. Hal ini karena hubungan arus dan resistor adalah berbanding terbalik serta fungsi resistor sebagai penghambat arus listrik. Penting Dalam menghitung resistor baik itu seri ataupun paralel selalu perhatikan satuan dari resistor yang digunakan. Jika resistor memiliki satuan yang berbeda misalkan dalam satuan ohm dan kohm, maka Anda perlu mengkonversinya ke salah satu satuan. Berikut adalah Contoh Soal Resistor Paralel dengan satuan yang berbeda Contoh Soal 3 – Empat Buah Resistor Tersusun Paralel Diketahui 4 buah resistor 200 ohm, 400 ohm, 800 ohm dan 1,6 kohm. Tersusun secara paralel terhadap tegangan 12 Volt, seperti pada gambar di bawah ini. Tentukan besar resistor total atau resistor pengganti dari ke-4 resistor tersebut dan besar tegangan serta arus yang mengalir pada masing-masing resistor? Pembahasan Diketahui R1 = 200 ohm R2 = 400 ohm R3 = 800 ohm R4 = 1,6 Kohm = 1600 ohm Vs = 12 Volt Tegangan Sumber Ditanya Berapa besar resistor total atau resistor pengganti dari ke-4 resistor tersebut dan besar tegangan serta arus yang mengalir pada masing-masing resistor? Menghitung Besar Resistor Pengganti Karena Ke-4 Resistor Tersusun Secara Paralel, Maka Rumus Resistor Paralel adalah Jadi, Besar resistor pengganti atau resistor total dari keempat resistor yang tersusun secara paralel adalah 106,67 Ohm atau 0,10667 Kohm Besar tegangan pada masing-masing Resistor Berdasarkan Hukum Kirchoff, besar tegangan pada rangkaian yang tersusun paralel adalah sama dengan besar tegangan sumber, maka V1 = V2 = V3 = V4 = Vs = 12 Volt Besar arus yang mengalir pada masing-masing resistor adalah Berdasarkan Hukum 1 Kirchoff, besarnya arus yang masuk melalui suatu percabangan sama dengan besarnya arus yang keluar dari percabangan tersebut. Maka, Is = i1 + i2 + i3 + i4, sehingga i1 ≠ i2 ≠ i3 ≠ i4 ≠ Is Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i1 adalah V = i . R i1 = V1 / R1 i1 = Vs / R1 = 12 Volt / 200 ohm = 0,06 A =60 mA Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i2 adalah i2 = V2 / R2 i2 = Vs / R2 = 12 Volt / 400 ohm = 0,03 A = 30 mA Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i3 adalah i3 = V3 / R3 i3 = Vs / R3 = 12 Volt / 800 ohm = 0,015 A = 15 mA Besar arus yang mengalir pada resistor R1 i4 adalah i4 = V4 / R4 i4 = Vs / R4 = 12 Volt / 1600 ohm = 0,0075 A = 7,5 mA Jadi, besarnya arus yang mengalir pada Resistor R1, R2, R3 dan R4 berturut-turut adalah 60 mA, 30 mA, 15 mA dan 7,5 mA Contoh Soal 4 – Dua Buah Resistor Tersusun Paralel Dua buah resistor R1 = 2 KOhm dan R2 = 6 KOhm terpasang secara paralel seperti pada gambar. Jika diketahui bahwa arus total yang mengalir pada rangkaian adalah 2 mA dan arus pada resistor R1 adalah 1,5 mA. a. Tentukan Besar Rangkaian Pengganti b. Tentukan besar arus yang mengalir pada Resistor R2 c. Tentukan tegangan pada masing-masing resistor Pembahasan Diketahui R1 = 2 KOhm R2 = 6 KOhm Is = 2 mA I1 = 1,5 mA Ditanya ......? Tentukan Besar Rangkaian Pengganti Gunakan Rumus Resistor Paralel Jadi, besar hambatan pengganti untuk rangkaian di atas adalah 1,5 KOhm Tentukan besar arus yang mengalir pada Resistor R2 Gunakan Hukum 1 Kirchoff, Besarnya arus yang masuk pada titik percabangan adalah sama dengan besarnya tegangan yang keluar dari titi percabangan tersebut. Perhatikan pada gambar di atas. Arus yang masuk ke titik percabangan adalah arus sumber Is sebesar 2 mA dan arus yang keluar dari percabangan tersebut adalah i1 dan i2. Maka kita peroleh Is = I1 + I2 I2 = Is – I1 = 2 mA – 1,5 mA = 0,5 mA Jadi, besar arus yang mengalir pada Resistor R2 adalah 0,5 mA Tentukan tegangan pada masing-masing resistor Gunakan Hukum Ohm V = I . R Tegangan Pada Resistor R1 V1 V1 = I1 . R1 = 1,5 mA 2 Kohm = 3 Volt Tegangan Pada Resistor R2 V2 V2 = I2 . R2 = 0,5 mA 6 Kohm = 3 Volt Terbukti bahwa pada rangkaian paralel tegangan pada tiap pada tiap resistor adalah sama. Jadi, Besarnya tegangan pada R1 dan R2 adalah 3 V. Contoh Soal 5 – Tiga Buah Resistor Tersusun Paralel Tiga buah resistor tersusun secara paralel seperti pada, jika diketahui besar dua buah resistor itu adalah 6 KOhm dan 12 KOhm serta besar resistor paralel penggantinya adalah 2 KOhm. Tentukan besar resistor yang ketiga? Pembahasan Diketahui R1 = 6 KOhm R2 = 12 KOhm Rp = 2 KOhm Rp adalah besar resistor pengganti yang tersusun secara paralel Ditanya R3 ...? Gunakan Rumus Resistor Paralel Jadi, besar resistor yang ketiga adalah 4 KOhm. Itulah artikel tentang contoh soal resistor paralel dan pembahasannya. Semoga artikel ini membantu anda dalam mengerjakan tugas sekolah. Terimakasih telah KeywordContoh soal fisika kelas 10 soal fisika kelas 10 semester 2 soal fisika kelas 10 semester 2 dan pembahasannya latihan soal fisika kelas 10 contoh soal fisika kelas 9 soal fisika kelas 8 semester 2 Latihan soal Fisika kumpulan soal fisika kelas 10 latihan soal fisika kelas 10 semester 2 kumpulan soal fisika smp dan pembahasannya kumpulan soal fisika kelas 11 soal fisika kelas 7 semester 1 latihan soal fisika kelas 12 semester 1 download soal fisika kelas 11
1. Tiga buah hambatan disusun secara seri, masing – masing nilainya 4 ohm, 3 ohm dan 5 ohm. Hambatan ini kemudian dipasang pada tegangan 120 volt. Hitunglah besarnya tegangan pada hambatan 3 ohm. Jawab R1 = 4 ohm R2 =3 ohm R3 =5 ohm V = 120 volt Rtotal = 4 ohm + 3 ohm + 5 ohm = 12 ohm V = I . R I = V/Rtotal = 120 /12 = 10 A V pada R2 bernilai 3 ohm adalah VR2 = I X R2 = 10 X 3 = 30 volt 2. Tiga buah hambatan dihubungkan secara paralel. Hambatan tersebut masing masing bernilai 2 ohm, 1 ohm dan 2 ohm. Jika rangkaian hambatan tersebut dihubungkan pada tegangan 12 volt, hitunglah besarnya kuat arus total dan kuat arus yang mengalir pada hambatan 1 ohm. Jawab R1 = 2 ohm R2 = 1 ohm R3 = 2 ohm V = 12 volt 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = ½ + 1/1 + ½ = 4/2 Rtotal = ½ ohm Kuat arus totalnya adalah V = Itotal X Rtotal Itotal = V / Rtotal = 12/1/2 = 24 ampere Kuat arus pada resistor 1 ampere adalah IR2 = V / R2 = 12 / 1 =12 ampere 3. Hitunglah besar hambatan pengganti dari rangkain hambatan di bawah ini. Karena rangkaian yang ujung bersifat terbuka sehingga arus tidak ada yang akan melewati resistor 7 ohm dan 14 ohm, maka kedua resistor tersebut tidak perlu dihitung sehingga rangkaian dapat diubah menjadi seperti berikut. Karena resistor 3 ohm, 2 ohm, 1 ohm, 2 ohm dan 4 ohm terhubung secara seri, maka kita dapat menghitung hambatan totalnya dari rangkaian seri 5 buah resitor tersebut dengan menjumlahkan sebagai berikut. Rs = 3 + 2 + 1 + 2 + 4 = 12 ohm Rangkaian sekarang berubah menjadi seperti berikut. Karena Rs dan resistor 6 ohm terhubung secara paralel, maka sekarang kita dapat menghitungnya dengan rumus Sekarang rangkaian berubah seperti gambar berikut. Karena masing masing resistor sudah terhubung seri maka sekarang kita tinggal menjumlahkan ketiganya sehingga didapatkan sebagai berikut. Rtotal = 2 ohm + 4 ohm + 3 ohm Jadi hambatan total dari rangkaian di atas adalah 9 ohm 4. Sederhanakanlah rangkaian resistor berikut ini Rangkaian di atas dapat pula kita gambarkan sebagai berikut. Karena pada gambar terdapat tiga buah resistor 6 ohm yang terhubung secara paralel maka kita dapat menghitungnya sebagai berikut. Gambar rangkaiannya sekarang menjadi seperti berkut Karena semua resistor sudah terhubung secara seri, maka untuk mencari hambatan totalnya kita dapat menjumlahkan masing masing nilai resistor tersebut sehingga didapatkan nilai sebagai berikut. Rtotal = 1 ohm + 4 ohm + 2 ohm + 12 ohm + 3 ohm = 22 ohm 5. Carilah hambatan pengganti dari rangkaian hambatan berikut ini. Dari gambar di atas, terlihat bahwa ada dua resistor yang terhubung paralel yaitu resistor 4 ohm. Untuk pertama kali kita hitung dulu hambatan pengganti dari resistor paralel ini dengan rumus berikut. Sekarang gambar rangkaian kita menjadi seperti berikut. Karena resistor 2 ohm terhubung secara seri ke resistor Rp1, maka sekarang kita tinggal hitung hambatan seri keduanya dengan cara menjumlahkan seperti berikut. Rs1 =2 ohm + Rs1 = 2 + 2 = 4 ohm Gambar kita sekarang berubah sebagai berikut. Karena Rs1 terhubung paralel dengan resistor 4 ohm, maka kita harus hitung dulu hambatan paralel dari keduanya sebagai berikut. 1/ Rp2 = 1/ Rs1 + ¼ = ¼ + ¼ =2/4 Sekarang rangkaian kita berubah menjadi seperti berikut. Dari gambar terlihat bahwa resistor 2 ohm terhubung secara seri dengan resistor Rp2, maka sekarang kita tinggal hitung nilai hambatan seri antara keduanya seperti berikut. Gambar kita akan berubah seperti berikut. Karena Rs2 terhubung secara paralel dengan resistor 4 ohm, maka kita hitung juga hambatan paralel antara keduanya seperti berikut. 6. hitunglah hambatan total dari rangkaian hambatan di bawah ini. Untuk memudahkan gambar kita ubah dulu bentuknya menjadi seperti berikut. Pertama kita hitung dulu hambatan seri kedua R 4 ohm seperti berikut. Sekarang rangkaian kita menjadi seperti berikut. Karena Rs1 terhubung secara paralel dengan hambatan 8 ohm, maka kita hitung dulu dengan cara berikut. Sekarang gambar kita berubah seperti berikut. Karena Rp1 terhubung secara seri dengan resistor 2 ohm maka kita hitung dulu hambatan pengganti keduanya seperti berikut. Gambar kita sekarang berubah menjadi seperti berikut. Sekarang kita hitung dulu hambatan pengganti dari ketiga resistor di atas dengan cara berikut. 1/Rp2 = 1/Rs2 + 1/6 + 1/6 Sekarang rangkaian kita berubah seperti gambar berikut. Karena hambatan yang tersisa terhubung secar seri, maka sekarang kita sudah bisa menghitung hambatan total dari rangkaian dengan cara berikut.
Ilustrasi rangkaian listrik. Foto PixabayBagaimana Cara Menghitung Hambatan?Ilustrasi sedang mengecek hambatan pada rangkaian listrik. Foto PixabayIlustrasi hambatan listrik. Foto PixabayRtotal = R1 + R2 + R3 + ….. RnV = IRKeteranganV = TeganganI = ArusR = HambatanR = V / I atau hambatan = tegangan / arus1/RT = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ... 1/RnKeteranganR1 = Hambatan total pada cabang pertamaR2 = Hambatan total pada cabang keduaR3 = Hambatan total pada cabang keduaDan seterusnya sampai cabang terakhir RnApakah Hambatan Pengganti dan Hambatan Total Sama?Lampu sebagai ilustrasi rangkaian listrik. Foto Pixabay
FisikaElektro Kelas 12 SMARangkaian Arus SearahRangkaian HambatanHambatan paling besar yang dapat diperoleh dari kombinasi 4 buah hambatan yang masing-masing besarnya 10 ohm, 20 ohm, 25 ohm dan 50 ohm, adalah.....Rangkaian HambatanRangkaian Arus SearahElektroFisikaRekomendasi video solusi lainnya0303Perhatikan rangkaian hambatan pada gam- bar di samping! H...0421Pada gambar rangkaian listrik berikut, A, B, C, D , dan ...0330Lima buah hambatan yang besarnya masing-masing R1 = 4 Ohm...Teks videoLogo Friends pada soal kali ini kita diminta untuk membuat sebuah kombinasi dari 4 buah hambatan nah kombinasi disini kita dapat membuatnya menjadi rangkaian seri atau rangkaian paralel. Nah rumus dari hambatan total rangkaian seri adalah RT atau besarnya hambatan total sama dengan penjumlahan semua hambatan-hambatan yang ada R1 R2 hingga r atau hambatan ke-n. Jika paralel rumusnya adalah 1 hambatan total = 1 per 1 + 1 per 2 hingga 1 per n atau hambatan ke-n Nah dari kedua rangkaian ini dapat dilihathasil rangkaian total akan besar jika kita merangkainya dengan kombinasi atau rangkaian seri maka kita dapat merangkai hambatan yang ada yaitu 10 Ohm 20 Ohm 25 Ohm dan 50 Ohm menggunakan rangkaian seri maka hambatan totalnya adalah 10 ditambah 20 + 25 + 50 = 105 Ohm maka jawaban yang benar disini adalah bagian pembahasan kali ini sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya
Photo by Skitterphoto Dalam sebuah rangkaian listrik, ada satu bagian yang akan berfungsi untuk menghambat aliran arus listrik. Bagian ini akan disebut sebagai hambatan pengganti atau resistor. Alat ini sangat penting karena akan bisa mengatur arus yang akan melewati sebuah rangkaian. Kali ini kita akan mencoba untuk mempelajari mulai dari pengertian, rumus hambatan pengganti, dan juga cara mencarinya. Pastikan kamu membaca hingga akhir agar dapat paham mengenai materi yang satu ini. Tugas utama resistor dalam rangkaian listrik adalah untuk “menolak” atau mengatur aliran elektron/arus yang melaluinya. Resistor juga dapat dihubungkan satu sama lain dalam berbagai kombinasi rangkaian seri dan paralel untuk membentuk jaringan resistor yang dapat bertindak sebagai pengatur tegangan, pembagi tegangan atau pembatas arus dalam suatu rangkaian. Resistor merupakan “Perangkat Pasif”, artinya alat ini tidak mengandung sumber daya, tetapi hanya melemahkan atau mengurangi tegangan atau arus yang melewatinya. Kegiatan ini menghasilkan energi listrik yang hilang dalam bentuk panas karena resistor menahan aliran elektron yang melewatinya. Sebagian besar jenis resistor merupakan perangkat linier yang menghasilkan penurunan tegangan pada dirinya sendiri ketika arus listrik mengalir melaluinya. Karena mereka mematuhi Hukum Ohm, nilai resistansi yang berbeda menghasilkan nilai arus atau tegangan yang berbeda. Ini bisa sangat berguna dalam rangkaian elektronik dengan mengendalikan atau mengurangi aliran arus atau tegangan yang dihasilkan di atasnya, kita dapat menghasilkan konverter tegangan-ke-arus dan arus-ke-tegangan. Inilah Rumus Hambatan Pengganti Rumus hambatan pengganti resistor akan berbeda tergantung dari bentuk rangkaian listriknya. Ada hambatan pengganti rangkaian seri dan paralel. Rumus Hambatan Pengganti Rangkaian Seri Karena semua arus yang mengalir melalui resistor pertama tidak memiliki cara lain untuk pergi, maka arus tersebut juga harus melewati resistor kedua dan resistor ketiga dan seterusnya. Kemudian, resistor secara seri memiliki Arus Bersama yang mengalir melalui mereka. Karena arus yang mengalir melalui satu resistor juga harus mengalir melalui yang lain, maka besarnya arus yang mengalir melalui satu set resistor secara seri akan sama pada semua titik dalam jaringan resistor seri. Jika dirumuskan maka akan menjadi seperti Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. Rn Dengan menggunakan rumus ini kamu akan bisa menghitung hambatan total dari sebuah rangkaian listrik seri. Rumus Hambatan Pengganti Rangkaian Paralel Karena ada beberapa jalur untuk dilalui, arus yang mengalir mungkin tidak akan sama ketika melalui semua cabang di jaringan paralel. Namun, penurunan tegangan di semua resistor dalam jaringan paralel adalah sama. Resistor secara Paralel memiliki tegangan bersama di atasnya dan ini berlaku untuk semua elemen yang terhubung paralel. Jika dua resistansi secara paralel memiliki nilai yang sama, maka resistansi total atau sama dengan setengah nilai satu resistor. Hal tersebut juga akan sama dengan R / 2 dan untuk tiga resistor yang sama secara paralel, R / 3, dll. Bila diubah menjadi sebuah rumus, maka akan berbentuk Contoh Soal 1. Pada sebuah rangkaian seri, besar hambatan adalah R1 = 10 ohm, R2 = 40 ohm dan R3 = 50 ohm, maka besar hambatan pengganti adalah? Solusi Rtotal = R1 + R2 + R3 = 10 + 40 + 50 = 100 ohm 2. Sebuah rangkaian paralel memiliki besar hambatan berupa R1 = 5 ohm, R2 = 10 ohm dan R3 = 20 ohm, maka besar hambatan pengganti adalah Itu dia cara menghitung dan rumus hambatan pengganti dengan mudah, kamu bisa belajar lebih banyak hal bersama bimbel online Kelas Pintar. Ada juga untuk produk SOAL, yang berisi soal latihan ujian untuk menguji pemahaman kamu. Dan ada juga fitur TANYA yang bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai soal atau materi yang belum dikuasai secara gratis lho, dan juga dijawab oleh guru profesional yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Jadi tunggu apalagi? Ayo belajar di Kelas Pintar! Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. You May Also Like
jika masing masing penghambat besarnya sama